Impetigo
adalah infeksi streptococus, stapilococus, atau infeksi kombinasi pada kulit
yang dimulai sebagai eritema focal dan memburuk menjadi vesicel yang gatal,
erosi, dan krusta yang berwarna madu. ( Kamus mosby, 2008 )
Impetigon
adalah suatu pioderma menular akibat inokulasi langsung streptococus atau
stapilococus aureus kedalam abrasi kulit superfisial atau kulit yang tergangua.
( kamus dorlan, 2002 )
Impetigo
adalah infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Beakteri penyebabnya
dapat satu atau kedua dari stapilokokus aureus dan streptokuokus yang mengenai
kulit bagian atas. (www. Ners, artikel impetigo.com)
Impetigo disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau
Group A Beta Hemolitik Streptococcus (Streptococcus pyogenes). Staphylococcus
merupakan pathogen primer pada impetigo bulosa dan ecthyma (Beheshti,
2:2007).
Staphylococcus merupakan bakteri sel gram positif
dengan ukuran 1 µm, berbentuk bulat, biasanya tersusun dalam bentuk kluster
yang tidak teratur, kokus tunggal, berpasangan, tetrad, dan berbentuk rantai
juga bisa didapatkan. Staphylococcus dapat menyebabkan penyakit berkat kemampuannya
mengadakan pembelahan dan menyebar luas ke dalam jaringan dan melalui produksi
beberapa bahan ekstraseluler. Beberapa dari bahan tersebut adalah enzim dan
yang lain berupa toksin meskipun fungsinya adalah sebagai enzim. Staphylococcus
dapat menghasilkan katalase, koagulase, hyaluronidase, eksotoksin, lekosidin,
toksin eksfoliatif, toksik sindrom syok toksik, dan enterotoksin. (Brooks,
317:2005).
Impetigo
disebabkan oleh Streptococcus beta hemolyticus grup A (GABHS) atau
Streptococcus aureus. Organisme tersebut masuk melalui kulit yang terluka
melalui transmisi kontak langsung. Setelah infeksi, lesi yang baru mungkin
terlihat pada pasien tanpa adanya kerusakan pada kulit. Seringnya lesi ini
menunjukkan beberapa kerusakan fisik yang tidak terlihat pada saat dilakukan
pemeriksaan. Impetigo memiliki lebih dari satu bentuk. Beberapa penulis menerangkan
perbedaan bentuk impetigo dari strain Staphylococcus yang menyerang dan
aktivitas eksotoksin yang dihasilkan. Streptococcus masuk melalui kulit yang
terluka dan melalui transmisi kontak langsung, setelah infeksi, lesi yang baru
mungkin terlihat pada pasien tanpa adanya kerusakan pada kulit. Bentuk lesi
mulai dari makula eritema yang berukuran 2 – 4 mm. Secara cepat berubah menjadi
vesikel atau pustula.
Vesikel
dapat pecah spontan dalam beberapa jam atau jika digaruk maka akan meninggalkan
krusta yang tebal, karena proses dibawahnya terus berlangsung sehingga akan
menimbulkan kesan seperti bertumpuk-tumpuk, warnanya kekuning-kuningan. Karena
secara klinik lebih sering dilihat krusta maka disebut impetigo krustosa.
Krusta sukar diangkat, tetapi bila berhasil akan tampak kulit yang erosif.
Impetigo bulosa adalah suatu bentuk impetigo dengan gejala utama berupa
lepuh-lepuh berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang, terkadang tampak
hipopion. Mula-mula berupa vesikel, lama kelamaan akan membesar menjadi bula
yang sifatnya tidak mudah pecah, karena dindingnya relatif tebal dari impetigo
krustosa. Isinya berupa cairan yang lama kelamaan akan berubah menjadi keruh
karena invasi leukosit dan akan mengendap. Bila pengendapan terjadi pada bula
disebut hipopion yaitu ruangan yang berisi pus yang mengendap, bila letaknya di
punggung, maka akan tampak seperti menggantung.
Impetigo dapat timbul sendiri (primer) atau
komplikasi dari kelainan lain (sekunder) baik penyakit kulit (gigitan binatang,
varizela, infeksi herpes simpleks, dermatitis atopi) atau penyakit sistemik
yang menurunkan kekebalan tubuh (diabetes melitus, HIV)
Gejala
klinis impetigo dimulai dari munculnya kelainan kulit berupa eritema dan
vesikel yang cepat menyebar dan memecah dalam waktu 24 jam. Lesi yang pecah
akan mengeluarkan sekret/cairan berwarna kuning encer. Lesi ini paling sering
ditemukan di daerah kaki, tangan, wajah dan leher. Pada umumnya tidak dijumpai
demam. Pada awalnya, kemungkinan akan dijumpai; ruam merah yang lembut, kulit
mengeras/krusta (Honey-colored crusts), gatal, luka yang sulit menyembuh. Pada
impetigo bullosa, mungkin akan dijumpai gejala; demam, diare, dan kelemahan
umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar