Halaman

Jumat, 16 Agustus 2013

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT (PHBS)


Dengan ber PHBS Cara Mudah dan Murah UNTUK SEHAT

A.      PENGERTIAN

Suatu perilaku yang bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang bersih dan sehat

 

B.       MANFAAT PHBS BAGI KELUARGA

·           Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit

·           Anak tumbuh cerdas dan sehat

·           Anggota keluarga dapat bekerja dengan giat

·           Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan, dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga

 

C.       PHBS TATANAN RUMAH TANGGA                    

  1. ASI Ekslusif
  2. Penimbangan
  3. Cuci tangan
  4. Jamban Sehat
  5. Bebas Jentik
  6. Makan sayur dan buah

D.      INDIKATOR PHBS

1.         Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan :

Persalinan bayi yg dilakukan oleh dokter / bidan termasuk pendampingan bidan oleh paraji.

-            Di Indonesia setiap tahun 17.000 ibu meninggal karena melahirkan

-            Tingginya penderita HIV / AIDS

2.         Memberi bayi ASI Ekslusif :

Bayi usia 6 – 12 bulan pada saat pendataan hanya diberi ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan, tidak diberikan makanan dan minuman lain kecuali pemberian air putih untuk minum obat saat bayi sakit.

Catatan Indikator ASI ekslusif :

·           Bila bayi berusia < 6 bulan (1 sampai dengan 5 bulan) yang masih mendapatkan ASI saja harus dicatat untuk keperluan pembinaan selanjutnya.

·           Keluarga yang mempunyai bayi < 6 bulan menjadi sasaran pembinaan agar bayi lulus mencapai ASI-Ekslusif.

Keuntungan ASI eksklusif :

        ASI mengandung zat kekebalan → melindungi bayi dari penyakit

        ASI mengandung asam lemak esensial  bermanfaat untuk kecerdasan

 

3.         Menimbang bayi dan balita setiap bulan :

Menimbang bayi dan balita mulai umur 0 sampai 59 bulan setiap bulan dan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) berturut-turut dalam 3 bulan terakhir.

-            Di Indonesia 70% anak gizi buruk karena tidak pernah di bawa ke Posyandu

-            Memudahkan mengontrol berat badan balita

-            Sebagai alat kegiatan sosial dengan masyarakat

-            Tempat posyandu harus nyaman

                 

4.         Menggunakan air bersih :

Rumah tangga atau keluarga yang  menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari (mandi, mencuci dan memasak) yang memenuhi syarat fisik (tidak berwarna, tidak keruh, tidak berasa dan tidak berbau) yang berasal dari air sumur terlindung, air pompa, mata air terlindung, penampungan air hujan, dan air ledeng.  Sumber air bersih antara lain :  air pompa, sumur, mata air terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.

·           Banyak sumber air yang tercemar

·           Di Indonesia 40 % Rumah Tangga belum mendapatkan air bersih secara layak

 
5.         Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun :

Anggota rumah tangga selalu mencuci tangan setiap kali tangan kotor, sebelum makan, sebelum merawat anak, dan sesudah buang air besar dengan memakai sabun serta air bersih yang mengalir.

Cuci Tangan Mencegah Pandemi Flu

Riset di Inggris  2007 (British Medical Journal)

Ø   Cuci Tangan lebih efektif dibanding obat dan vaksin untuk menghentikan flu

Cuci Tangan dengan sabun à Cara sederhana + efektif menahan virus ISPA dan pandemi flu

    

6.         Menggunakan jamban sehat :

Rumah tangga atau keluarga yang menggunakan jamban/WC/cubluk/kakus leher angsa dengan tangki septik atau lubang penampungan kotoran sebagai pembuangan akhir.

                      

7.         Memberantas jentik di rumah :

Anggota rumah tangga melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah 1 kali dalam seminggu agar tidak terdapat jentik nyamuk pada tempat-tempat penampungan air, bak mandi, gentong air, vas bunga, pot bunga/alas pot bunga, wadah pembuangan air dispenser, wadah pembuangan air kulkas dan barang-barang bekas/tempat-tempat yang bisa menampung air.

                     

8.         Makan sayur dan buah setiap hari :

Anggota rumah tangga  yang mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari.

                         

9.         Melakukan aktivitas fisik setiap hari :

Anggota keluarga melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit terus menerus setiap hari (jalan, lari, senam) dan kegiatan dalam rumah tangga seperti mencuci pakaian / mobil, mengepel lantai, berkebun.

 
10.     Tidak merokok di dalam rumah :

Setiap anggota rumah tangga  tidak merokok di dalam rumah. Tidak merokok di dalam rumah dimaksudkan agar tidak menjadikan anggota keluarga lainnya sebagai perokok pasif yang berbahaya bagi kesehatan.

Jumlah Kematian akibat rokok

        Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam à tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia.

        Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok.
Penelitian memperlihatkan perokok memiliki resiko lebih tinggi terhadap infeksi influenza dibandingkan dengan orang yang tidak merokok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar