Halaman

Senin, 19 Agustus 2013

Nutrisi Pada Lansia

A.    Pengertian Nutrisi :

1.      Nutrisi adalah keseluruhan proses dimana organisme hidup mendapatkan dan menggunakan bahan-bahan untuk kelangsungan organism tersebut.(Kamus Keperawatan)

2.      Nutrisi adalah jumlah berbagai proses yang terlibat dalam penggunaanya untuk fungsi dan pemeliharaan kesehatan tubuh yang sesuai.(Kamus Saku Mosby)

3.      Nutrisi adalah gabungan proses yng terlibat dalam pengambilan nutriment(makanan) dan asimilasi setelaah pemakaiannya.(Kamus Kedokteran)


B.     Pengertian Lansia :

Lansia :

a.       Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, ada 4 tahap :
  • Usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun
  • Lanjut usia (elderly) 60-74 tahun
  • Lanjut usia tua (very old) >90 tahun

b.      Menurut Prof DR. Ny. Sumiati Ahmad Mohammad (alm.), Guru Besar Universitas Gajah Mada Fakultas Kedokteran, periodisasi biologis perkembanga manusia dibagi sbb :
  • Usia >65 tahun

c.       Menurut Dra. Ny. Jos Masdani (psikolog dari Universitas Indonesia)
  • Fase Iuventus, antara usia 25 – 40tahun
  • Fase Verilitas, antara usia 40 – 50tahun
  • Fase Praesenium, antara usia 55 – 65tahun
  • Fase Senium, antara usia 65tahun hingga tutup usia

d.      Manurut Prof. Dr. Koesoemanto Soetyonegoro, SpKJ, lanjut usia dikelompokkan sebagai berikut :
  • Usia dewasa penuh (middle years), atau maturitas (usia 25 – 60/65tahun)
  • Lanjut usia (geriatric age), usia lebih dari 65 – 70tahun, terbagi menjadi 3,
yaitu:
  • Usia 70 – 75tahun (young old)
  • Usia 75 – 80tahun (old)
  • Usia 80tahun (very old)

e.       Menurut Bee (1996), tahapan masa dewasa adalah sebagai berikut :
  • Usia 40 – 65tahun (masa dewasa tengah)
  • Usia 65 – 75tahun (masa dewasa lanjut) 
  • Usia > 75tahun (masa dewasa sangat lanjut)

f.       Menurut Hurlock (1979), perbedaan lanjut usia terbaggi dalam dua tahap :
  • Early Old Age (usia 60 – 70tahun)
  • Advanced Old Age (usia 70 keatas)

g.      Menurut Burnside (1979), ada 4 tahap lanjut usia, yakni :
  • Young Old (usia 60 -69tahun)
  • Middle Age Old (usia 70 – 79tahun)
  • Old – old (usia 80 – 89tahun)
  • Very Old – old (usia 90tahun keatas)

C.    Tujuan Pemberian Nutrisi untuk Lansia :

1.      Kebutuhan gizi klien lanjut usia perlu dipenuhi secara adekuat untuk kelangsungan proses pergantian sel dalm tubuh, mengatasi proses menua dan memperlambat terjadinya usia biologis.

2.      Pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti:

^ Berikan makanan yang berserat tinggi

^ Mengurangi makanan dan minuman yang tinggi kalori

^ Membatasi minum kopi dan teh.

3.      Mengetahui perubahan fungsi saluran pencernaan untuk mengurangi resiko konstipasi.
         Mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi setiap hari seperti sayuran dan buah segar, roti, dan sereal yang telah dimasak seperti bubur gandum, beras merah merupakan sumber serat yang baik bagi manula yang memiliki kesulitan mengunyah akibat kehilangan gigi dan juga gerakan peristaltik yang melemah, minum paling sedikit 8 gelas per hari.

4.      Mempertahankan atau meningkaatkan berat badan bagi yang kekurangan.

5.      Mencegah osteoporosis

6.      Suplemen.
 

D.    Faktor-faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keadaan Nutrisi Lansia :

1.      Berkurangnya kemampuan mencerna makanan (akibat kerusakan gigi/ompong)

2.      Berkurangnya citra rasa
         Akibat dari penurunan fungsi indra pengecap, adanya iritasi selaput lendir yang kronis, atrofi indra pengecap (80%), hilangnya sensitivitas saraf  pengecap di lidah, terutama rasa manis dan asin, hilangnya sensitivitas   saraf pengecap terhadap rasa asin, asam dan pahit.

3.      Berkurangnya koordinasi otot
         Ditandai dengan atrofi serabut otot, serabut otot mengecil sehingga gerakan menjadi lamban, otot kram, dan menjadi tremor.

4.      Keadaan fisik yang kurang baik
Akibat dari penurunan dan perubahan fungsi dan fisik tubuh.

5.      Faktor ekonomi
Pengaruh dari penambahan umur yang mengharuskan seseorang untuk pension dan mengurangi kegiatannya termasuk mencari nafkah, sehingga pemasukan dalam hal ekonomi pun akan berkurang.

6.      Malnutrisi
Disebabkan karena usia yang amat lanjut, karena semakin bertambah kerapuhan pada usia yang amat lanjut serta ketidakmampuan jasmaniah akibat mengidap suatu penyakit tertentu akan meningkatkan risiko malnutrisi. Selain itu juga isolasi social dan ketersendirian, seseorang yang hidup sendiri terutama manula sebagian besar tidak memperdulikan tugas memasak untuk menyediakan makanan. Dapat pula karena berkurangnya nafsu makan karena kegiatan yang dilakukan menurun dan dalam masa pengobatan dengan penggunaan obat tertentu.

7.      Nafsu makan berkurang
Akibat dari sensitivitas lapar menurun, asam lambung menurun, dan juga waktu pengosongan lambung menurun.

8.      Gangguan kejiwaan
Pada manula yang hidupnya sendiri tanpa dirawat anak dan keluarganya akan merasa kesepian dan kerap kali menderita depresi.


E.     Perhitungan Status Gizi Lansia :
Pertama menggunakan pengukuran antropometrik, yaitu mengukur tinggi badan(TB) dan berat badan (BB), kemudian menghitung indeks masa tubuh (IMT). IMT dihitung dengaan membagi berat badan (dalam kilogram) dan kuadrat TB (dalam meter persegi). IMT normal untuk perempuan 17-23 sedangkan untuk laki-laki adalah 18-25.

Rumus :

 
Contoh :

Tn. A memiliki berat badan 70 Kg dengan tinggi badan 170 cm. berapa IMT nya?

Diketahui BB : 70 Kg

                  TB : 170 cm = 1,7 m

Ditanya : IMT (Kg BB)

Jawab :

                  IMT = Kg BB    =     70     =   24,22

                                (TB)2           (1,7)2

Jadi,  IMT Tn.A dalam keadaan normal.

 

F.     Macam - macam Makanan Yang Dibutuhkan Untuk Perhitungan Berat Badan Ideal :

☻Karbohidrat

Kebutuhan energy seseorang dari masa kanak-kanak sampai dewasa terus meningkat, dan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan energy menurun secara signifikan seperti lansia. Dan karbohidrat merupakan sumber utama energy.


☻Vitamin

1.      Vitamin A

a.       Laki-laki (700gram/hari)

b.      Perempuan (600gram/hari)

Fungsi :

~ Berperan dalam proses penglihatan

~Dalam metabolism umum berkaitan dengan metabolisme protein

~ Dalam pertumbuhan gigi untuk membentuk email

~ Sumber utama dari wortel, bayam, apel, jambu biji.
 

2.      Vitamin B12 (2,5 mg/hari)

              Fungsi :

                          ~Pembentuk butir darah merah

                          ~Mengganti kahilangan zat besi.

3.      Vitamin C (60-100 mg/hari)

              Fungsi :

                          ~Proses metabolism dalam jaringan tubuh

                          ~Daya tahan tubuh terhadap infeksi

                          ~Sebagi antioksidan

                          ~Sumber utama dari buah-buahan dan sayuran,

                          jambu, jeruk, dan nanas.

4.      Vitamin D (10-20 mg/hari)

              Fungsi :

                          ~Meningkatkan kalsium dan fosfat

                          ~Membentuk garam-garam kalsium dalam jaringan

                                                ~Sumber utama adalah cabe merah, brokoli, sayuran

                                                Berdaun hijau, minyak ikan, dan ikan kering.

5.      Vitamin E (100-400 mg/hari)

Fungsi :

~Antioksidan alami

~Pembentuk sel daraah merah

~Vitamin anti kemandulan

~Sumber utama dari bayaam, brokoli, mentegaa, susu, tauge, dan daging.

6.      Vitamin K (60-90 mg/hari)

Fungsi :

~Sebagai proses sintesa protrombin yang diperlukan dalam pembekuan darah.

~Sebagai transport electron dalam jaringan sel

~Sumber utama dari tubuh manusia sendiri.
 

☻Zat Besi

Fungsi : Pembentuk Hb baru

Sumber utama dari buah.

☻Magnesium (180-225 mg/hari)

Fungsi : Sebagai unsure esensial bagi tubuh.

Sumber utama dari ayam, daging, sayur-sayuran hijau, brokoli, gandum.

 
☻Kalsium (200-800 mg/hari)

Fungsi :

~Pembentukan tulang dan gigi

~Meningkatkan fungsi otot dan saraf

~Permeabilitas mebran sel

~Sumber utama dari susu, keju, ikan, brokoli.

 
☻Air (30cc/kgbb/hari)

Fungsi :

~Sebagai zat pelarut dalam proses metabolisme

~Sebagai bantalan system saraf

~Menjaga stabilitas suhu tubuh

~Sumber utama air mineral, air putih, sari buah-buahan.

 
☻Lemak (25-30%)

Fungsi :

~Pelindung saat kehilangan panas tubuh

~Sebagi sumber energy

~Sebagi pelumas diantara persendian

~Sumber utama dari mentega, lemak, sapi, dan alpukat.

 

☻Protein (0,9-1,1 mg/hari)

Fungsi :

~Sebagai zat pembangun

~Sebagai sumber energy

~Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan

~Sumber utama dari susu, daging, telur, ikan, tempe, dan kacang – kacangan.

G.    Masalah dan Penyakit pada Lansia :

a.       Masalah fisik umum

   Mudah lelah

Karena kekuragan vitamin C dan asam folat.

Sumber makanan dari sayuran berwarna hiau dan ektrak ragi

Lalu karena kekurangan zat besi.sumber makanan diperoleh dari daging.

Disebabkan oleh :

~Faktor psikologis (perasaan bosan, keletihan, depresi)

~Gangguan organis, misalnya :

                              *anemia

                              *perubahan pada tulang

                              *gangguan pencernaan

                              *kelainan metabolisme (diabetes mellitus)

                              *gangguan system peredaran darah dan jantung

               ~Pengaruh obat, misalnya obat penenang, obat jantung, obat yang melemahkan kerja otot.
 
b.      Edema kaki

Disebabkan oleh :

~Kekurangan vitamin B12

~Kelumpuhan pada kaki (kaki uang tidak aktif).

c. Nyeri pada tulang

Disebabkan oleh ;

~Kekurangan vitamin D, yang diperoleh dari susu, mentega, kuning telur. Sehinnga kadar kalsiumnya rendah.

~Gangguan sendi panggul misalnya radang sendi (arthritis), sendi tulang yang keropos (osteoporosis)

d. Keluhan pusing

Disebabkan oleh :

~Kekurangan zat besi, yang terdapat dalam daging.

~Migran (sakit kepala sebelah)

~Psikologis (perasaan cemas, depresi, kurang tidur, kekacauan pikiran, dan lain-lain).


e.  Inkontinensia alvi

Adalah sebagai suatu ketidakmampuan seseorang dalam menahan dan mengeluarkan feses pada waktu dan tempat yang tepat.

Disebabkan oleh :

~Karena kurangnya mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur.

~Obat pencahar perut

~Gangguan saraf, misalnya demensia dan stroke

~Keadaan diare (gangguan kolorektum)

~Kelainan pada usus besar

~Kelainan pada ujung saluran pencernaan (pada rectum usus).
 
f.  Gangguan ketajaman penglihatan

Disebabkan oleh :

                  ~Kekurangan vitamin A, yang terkandung dalam wortel, tomat.

~Presbiopi

~Kekeruhan lensa mata(refleksi lensa mata kurang)\

~Iris : mengalami proses degenerasi, menjadi kurang cemerlang dan mengalami depigmentasi, tampak ada bercak berwarna muda sampai putih.

~Tekanan dalam mata (intar-okuler) meninggi, lapang pandang menyempit, yang sering disebut dengan glaucoma.

~Radang saraf mata.
 
Masalah Gizi Pada Lanjut Usia

            Masalah – masalah gizi yang sering terjadi ternyata tidak pada balita, ibu hamil, tetapi masalah gizi juga sering kali menimpa pada lanjut usia. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah : gizi berlebihan, gizi kurang, dan kekurangan vitamin.

a.      Gizi Berlebihan
         Gizi berlebihan pada lanjut usia banyak terdapat dinegara barat dan kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu mudanya menyebabkan terjadinya berat badan berlebihan, apalagi pada lanjut usia karena penggunaan kalori berkurang disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan tersebut sulit untuk diubah walaupun klien telah menyadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus dari berbagai macam penyakit, diantaranya adalah : penyakit jantung, diabetes mellitus (DM), penyempitan pada pembuluh darah, dan tekanan darah yang meninggi.
 
b.      Gizi Kurang
        Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah social – ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan, hal tersebut menyebabkan berat badan akan berkurang dari normal. Apabila kondisi ini disertai kekurangan protein, kerusakan sel terjadi yang tidak dapat diperbaiki. Akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, atau mudh terken infeksi pada organ tubuh yang vital.
 
c.       Kekurangan Vitamin
         Apabila pada lanjut usia kurangnya dalam mengkonsumsi buah – buahan dan sayur – sayuran, ditambah lagi dengan kurangnya kandungan protein dalam makanan, hal tersebut akan mengakibatkan nafsu makan berkurang, pengelihatan mundur, kulit akan menjadi terlihat kering, lesu, lemah lunglai, dan tampak seperti tidak semangat.

 
d.      Malnutrisi
         Malnutrisi merupakan kelainan gizi yang sering terjadi pad lanjut usia, misalnya konsumsi yang rendah pada vitamin C, vitamin D, vitamin B, zat besi, dan kalsium.
  
e.       Defisiensi Nutrien tertentu
        Terjadi apabila suatu makanan atau kelompok makanan terteuntu tidak ada dalam diet. Contohnya, defisiensi zat besi pada lansia yang keadaan gigi geliginya jelek sehingga tidak makan daging karena sulit untuk mengunyah makanan tersebut, dan konsumsi yang rendah pada lansia yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama karena menjalani diet lambung.
 
f.       Obesitas
         Disebabkan oleh, kebiasaan makan yang jelek pada saat usia mudanya. Gerakan lansia yang obesitas akan terasa lebih sulit
 
g.      Gizi Berlebihan
         Gizi berlebihan pada lanjut usia banyak terdapat dinegara barat dan kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu mudanya menyebabkan terjadinya berat badan berlebihan, apalagi pada lanjut usia karena penggunaan kalori berkurang disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan tersebut sulit untuk diubah walaupun klien telah menyadari untuk mengurangi makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus dari berbagai macam penyakit, diantaranya adalah : penyakit jantung, diabetes mellitus (DM), penyempitan pada pembuluh darah, dan tekanan darah yang meninggi.
 
h.      Gizi Kurang
         Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah social – ekonomi dan  juga karenagangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan, hal tersebut menyebabkan berat badan akan berkurang dari normal. Apabila kondisi ini disertai kekurangan protein, kerusakan sel terjadi yang tidak dapat diperbaiki. Akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, atau mudh terken infeksi pada organ tubuh yang vital.
 
i.        Kekurangan Vitamin
          Apabila pada lanjut usia kurangnya dalam mengkonsumsi buah – buahan dan sayur – sayuran, ditambah lagi dengan kurangnya kandungan protein dalam makanan, hal tersebut akan mengakibatkan nafsu makan berkurang, pengelihatan mundur, kulit akan menjadi terlihat kering, lesu, lemah lunglai, dan tampak seperti tidak semangat.
 
j.        Malnutrisi
          Malnutrisi merupakan kelainan gizi yang sering terjadi pad lanjut usia, misalnya konsumsi yang rendah pada vitamin C, vitamin D, vitamin B, zat besi, dan kalsium.
 
k.      Defisiensi Nutrien tertentu
         Terjadi apabila suatu makanan atau kelompok makanan terteuntu tidak ada dalam diet. Contohnya, defisiensi zat besi pada lansia yang keadaan gigi geliginya jelek sehingga tidak makan daging karena sulit untuk mengunyah makanan tersebut, dan konsumsi yang rendah pada lansia yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama karena menjalani diet lambung.

l.        Obesitas
          Disebabkan oleh, kebiasaan makan yang jelek pada saat usia mudanya. Gerakan lansia yang obesitas akan terasa lebih sulit.
 
H.        Perencanaan Makanan pada Lansia :
            Perencanaan makan secara umum

1. Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang beraneka ragam, yang terdiri dari : zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

2. Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang. Porsi makan

hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih sering dengan porsi yang kecil.

Contoh menu :

Pagi : Bubur ayam

Jam 10.00 : Roti

Siang : Nasi, pindang telur, sup, pepaya

Jam 16.00 : Nagasari

Malam : Nasi, sayur bayam, tempe goreng, pepes ikan, pisang

3.  Banyak minum dan kurangi garam, dengan banyak minum dapat memperlancar pengeluaran sisa makanan, dan menghindari makanan yang terlalu asin akan memperingan kerja ginjal serta mencegah kemungkinan terjadinya darah tinggi.

4. Batasi makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan yang

berlemak seperti santan, mentega dll.

5. Bagi pasien lansia yang prose penuaannya sudah lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

· Makanlah makanan yang mudah dicerna

· Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, dan goring-gorengan

· Bila kesulitan mengunyah karena gigirusak atau gigi palsu kurang baik, makanan harus lunak/lembek atau dicincang

· Makan dalam porsi kecil tetapi sering

· Makanan selingan atau snack, susu, buah, dan sari buah sebaiknya

diberikan

6. Batasi minum kopi atau teh, boleh diberikan tetapi harus diencerkan sebab

berguna pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah nafsu makan.

7. Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan, hati, telur, daging rendah lemak, bayam, dan sayuran hijau.

8.  Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng.

          Contoh menu seimbang untuk lanjut usia :

1.      Sepiring nasi, sebagai sumber tenaga

2.      Sepotong ikan dan sepotong tempe, sebagai zat pembangun

3.      Semangkuk sayur

4.      Sepotong buah, sebagai sumber zat pengatur

 
Anjuran makanan yang baik lansia

Menurut Dokter Tuti Kuswardhani Kepala Instalasi Geriatri RS Sanglah, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi lansia adalah :
  1.       Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang seperti pedas, atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan.
    Mengurangi pemakaian garam yakni tidak lebih dari 4 gram perhari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
     
  2.       Mengurangi santan, daging yang berlemak dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi.
    Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi seperti susu dan ikan. Pada lanjut usia khususnya ibu-ibu yang menopause sangat perlu mengonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.
     
  3.       Memperbanyak makanan serat, sayuran mentah agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.
  4.       Menggurangi mengonsumsi gula dan maknan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah normal khususnya bagi penderita kencing manis agar tidak terjadi komplikasi lain.
  5.       Menggunakan sedikit minyak untuk menumis dan kurangi makanan yang digoreng.
    Memperbanyak makanan yang diolah dengan dipanggang atau direbus karena maknan mudah dicerna.
     

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar