A.
Pengertian
Nutrisi :
1.
Nutrisi
adalah keseluruhan proses dimana organisme hidup mendapatkan dan menggunakan
bahan-bahan untuk kelangsungan organism tersebut.(Kamus Keperawatan)
2.
Nutrisi
adalah jumlah berbagai proses yang terlibat dalam penggunaanya untuk fungsi dan
pemeliharaan kesehatan tubuh yang sesuai.(Kamus Saku Mosby)
3.
Nutrisi
adalah gabungan proses yng terlibat dalam pengambilan nutriment(makanan) dan
asimilasi setelaah pemakaiannya.(Kamus Kedokteran)
B. Pengertian
Lansia :
Lansia :
a.
Menurut
organisasi kesehatan dunia, WHO, ada 4 tahap :
- Usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun
- Lanjut usia (elderly) 60-74 tahun
- Lanjut usia tua (very old) >90 tahun
b.
Menurut
Prof DR. Ny. Sumiati Ahmad Mohammad (alm.), Guru Besar Universitas Gajah Mada
Fakultas Kedokteran, periodisasi biologis perkembanga manusia dibagi sbb :
- Usia >65 tahun
c.
Menurut
Dra. Ny. Jos Masdani (psikolog dari Universitas Indonesia)
- Fase Iuventus, antara usia 25 – 40tahun
- Fase Verilitas, antara usia 40 – 50tahun
- Fase Praesenium, antara usia 55 – 65tahun
- Fase Senium, antara usia 65tahun hingga tutup usia
d.
Manurut
Prof. Dr. Koesoemanto Soetyonegoro, SpKJ, lanjut usia dikelompokkan sebagai
berikut :
- Usia dewasa penuh (middle years), atau maturitas (usia 25 – 60/65tahun)
- Lanjut usia (geriatric age), usia lebih dari 65 – 70tahun, terbagi menjadi 3,
yaitu:
- Usia 70 – 75tahun (young old)
- Usia 75 – 80tahun (old)
- Usia 80tahun (very old)
e.
Menurut
Bee (1996), tahapan masa dewasa adalah sebagai berikut :
- Usia 40 – 65tahun (masa dewasa tengah)
- Usia 65 – 75tahun (masa dewasa lanjut)
- Usia > 75tahun (masa dewasa sangat lanjut)
f.
Menurut
Hurlock (1979), perbedaan lanjut usia terbaggi dalam dua tahap :
- Early Old Age (usia 60 – 70tahun)
- Advanced Old Age (usia 70 keatas)
g.
Menurut
Burnside (1979), ada 4 tahap lanjut usia, yakni :
- Young Old (usia 60 -69tahun)
- Middle Age Old (usia 70 – 79tahun)
- Old – old (usia 80 – 89tahun)
- Very Old – old (usia 90tahun keatas)
C. Tujuan
Pemberian Nutrisi untuk Lansia :
1.
Kebutuhan
gizi klien lanjut usia perlu dipenuhi secara adekuat untuk kelangsungan proses
pergantian sel dalm tubuh, mengatasi proses menua dan memperlambat terjadinya
usia biologis.
2.
Pemenuhan
kebutuhan nutrisi seperti:
^ Berikan
makanan yang berserat tinggi
^ Mengurangi
makanan dan minuman yang tinggi kalori
^ Membatasi
minum kopi dan teh.
3.
Mengetahui
perubahan fungsi saluran pencernaan untuk mengurangi resiko konstipasi.
Mengkonsumsi
makanan yang berserat tinggi setiap hari seperti sayuran dan buah segar, roti,
dan sereal yang telah dimasak seperti bubur gandum, beras merah merupakan
sumber serat yang baik bagi manula yang memiliki kesulitan mengunyah akibat
kehilangan gigi dan juga gerakan peristaltik yang melemah, minum paling sedikit
8 gelas per hari.
4.
Mempertahankan
atau meningkaatkan berat badan bagi yang kekurangan.
5.
Mencegah
osteoporosis
6.
Suplemen.
D. Faktor-faktor
Yang Berpengaruh Terhadap Keadaan Nutrisi Lansia :
1.
Berkurangnya
kemampuan mencerna makanan (akibat kerusakan gigi/ompong)
2.
Berkurangnya
citra rasa
Akibat
dari penurunan fungsi indra pengecap, adanya iritasi selaput lendir yang
kronis, atrofi indra pengecap (80%), hilangnya sensitivitas saraf pengecap di lidah, terutama rasa manis dan
asin, hilangnya sensitivitas saraf pengecap terhadap rasa asin, asam dan
pahit.
3.
Berkurangnya
koordinasi otot
Ditandai
dengan atrofi serabut otot, serabut otot mengecil sehingga gerakan menjadi
lamban, otot kram, dan menjadi tremor.
4.
Keadaan
fisik yang kurang baik
Akibat
dari penurunan dan perubahan fungsi dan fisik tubuh.
5.
Faktor
ekonomi
Pengaruh
dari penambahan umur yang mengharuskan seseorang untuk pension dan mengurangi
kegiatannya termasuk mencari nafkah, sehingga pemasukan dalam hal ekonomi pun
akan berkurang.
6.
Malnutrisi
Disebabkan
karena usia yang amat lanjut, karena semakin bertambah kerapuhan pada usia yang
amat lanjut serta ketidakmampuan jasmaniah akibat mengidap suatu penyakit
tertentu akan meningkatkan risiko malnutrisi. Selain itu juga isolasi social
dan ketersendirian, seseorang yang hidup sendiri terutama manula sebagian besar
tidak memperdulikan tugas memasak untuk menyediakan makanan. Dapat pula karena
berkurangnya nafsu makan karena kegiatan yang dilakukan menurun dan dalam masa
pengobatan dengan penggunaan obat tertentu.
7.
Nafsu
makan berkurang
Akibat
dari sensitivitas lapar menurun, asam lambung menurun, dan juga waktu
pengosongan lambung menurun.
8.
Gangguan
kejiwaan
Pada manula yang hidupnya sendiri tanpa dirawat anak dan
keluarganya akan merasa kesepian dan kerap kali menderita depresi.
E. Perhitungan
Status Gizi Lansia :
Pertama menggunakan pengukuran antropometrik, yaitu mengukur
tinggi badan(TB) dan berat badan (BB), kemudian menghitung indeks masa tubuh
(IMT). IMT dihitung dengaan membagi berat badan (dalam kilogram) dan kuadrat TB
(dalam meter persegi). IMT normal untuk perempuan 17-23 sedangkan untuk
laki-laki adalah 18-25.
Rumus :
Contoh :
Tn. A memiliki berat badan 70 Kg dengan tinggi badan 170 cm.
berapa IMT nya?
Diketahui BB : 70 Kg
TB : 170
cm = 1,7 m
Ditanya : IMT (Kg BB)
Jawab :
IMT = Kg
BB = 70 =
24,22
(TB)2 (1,7)2
Jadi, IMT Tn.A dalam
keadaan normal.
F. Macam - macam
Makanan Yang Dibutuhkan Untuk Perhitungan Berat Badan Ideal :
☻Karbohidrat
Kebutuhan
energy seseorang dari masa kanak-kanak sampai dewasa terus meningkat, dan tidak
ada bukti yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan energy menurun secara
signifikan seperti lansia. Dan karbohidrat merupakan sumber utama energy.
☻Vitamin
1.
Vitamin A
a.
Laki-laki
(700gram/hari)
b.
Perempuan
(600gram/hari)
Fungsi :
~ Berperan
dalam proses penglihatan
~Dalam
metabolism umum berkaitan dengan metabolisme protein
~ Dalam
pertumbuhan gigi untuk membentuk email
~ Sumber
utama dari wortel, bayam, apel, jambu biji.
2.
Vitamin B12
(2,5 mg/hari)
Fungsi :
~Pembentuk
butir darah merah
~Mengganti
kahilangan zat besi.
3.
Vitamin C
(60-100 mg/hari)
Fungsi :
~Proses
metabolism dalam jaringan tubuh
~Daya
tahan tubuh terhadap infeksi
~Sebagi
antioksidan
~Sumber
utama dari buah-buahan dan sayuran,
jambu,
jeruk, dan nanas.
4.
Vitamin D
(10-20 mg/hari)
Fungsi :
~Meningkatkan
kalsium dan fosfat
~Membentuk
garam-garam kalsium dalam jaringan
~Sumber
utama adalah cabe merah, brokoli, sayuran
Berdaun
hijau, minyak ikan, dan ikan kering.
5.
Vitamin E
(100-400 mg/hari)
Fungsi :
~Antioksidan
alami
~Pembentuk
sel daraah merah
~Vitamin
anti kemandulan
~Sumber
utama dari bayaam, brokoli, mentegaa, susu, tauge, dan daging.
6.
Vitamin K
(60-90 mg/hari)
Fungsi :
~Sebagai
proses sintesa protrombin yang diperlukan dalam pembekuan darah.
~Sebagai
transport electron dalam jaringan sel
~Sumber
utama dari tubuh manusia sendiri.
☻Zat Besi
Fungsi :
Pembentuk Hb baru
Sumber
utama dari buah.
☻Magnesium
(180-225 mg/hari)
Fungsi :
Sebagai unsure esensial bagi tubuh.
Sumber
utama dari ayam, daging, sayur-sayuran hijau, brokoli, gandum.
☻Kalsium
(200-800 mg/hari)
Fungsi :
~Pembentukan
tulang dan gigi
~Meningkatkan
fungsi otot dan saraf
~Permeabilitas
mebran sel
~Sumber
utama dari susu, keju, ikan, brokoli.
☻Air
(30cc/kgbb/hari)
Fungsi :
~Sebagai
zat pelarut dalam proses metabolisme
~Sebagai
bantalan system saraf
~Menjaga
stabilitas suhu tubuh
~Sumber
utama air mineral, air putih, sari buah-buahan.
☻Lemak
(25-30%)
Fungsi :
~Pelindung
saat kehilangan panas tubuh
~Sebagi
sumber energy
~Sebagi
pelumas diantara persendian
~Sumber
utama dari mentega, lemak, sapi, dan alpukat.
☻Protein
(0,9-1,1 mg/hari)
Fungsi :
~Sebagai
zat pembangun
~Sebagai
sumber energy
~Pertumbuhan
dan pemeliharaan jaringan
~Sumber
utama dari susu, daging, telur, ikan, tempe, dan kacang – kacangan.
G. Masalah
dan Penyakit pada Lansia :
a.
Masalah
fisik umum
♣ Mudah lelah
Karena
kekuragan vitamin C dan asam folat.
Sumber
makanan dari sayuran berwarna hiau dan ektrak ragi
Lalu
karena kekurangan zat besi.sumber makanan diperoleh dari daging.
Disebabkan
oleh :
~Faktor
psikologis (perasaan bosan, keletihan, depresi)
~Gangguan
organis, misalnya :
*anemia
*perubahan
pada tulang
*gangguan
pencernaan
*kelainan
metabolisme (diabetes mellitus)
*gangguan
system peredaran darah dan jantung
~Pengaruh
obat, misalnya obat penenang, obat jantung, obat yang melemahkan kerja otot.
b.
Edema
kaki
Disebabkan
oleh :
~Kekurangan
vitamin B12
~Kelumpuhan
pada kaki (kaki uang tidak aktif).
c. Nyeri pada tulang
Disebabkan
oleh ;
~Kekurangan vitamin D, yang diperoleh dari susu, mentega, kuning
telur. Sehinnga kadar kalsiumnya rendah.
~Gangguan
sendi panggul misalnya radang sendi (arthritis), sendi tulang yang keropos
(osteoporosis)
d. Keluhan
pusing
Disebabkan
oleh :
~Kekurangan
zat besi, yang terdapat dalam daging.
~Migran
(sakit kepala sebelah)
~Psikologis
(perasaan cemas, depresi, kurang tidur, kekacauan pikiran, dan lain-lain).
e. Inkontinensia
alvi
Adalah
sebagai suatu ketidakmampuan seseorang dalam menahan dan mengeluarkan feses
pada waktu dan tempat yang tepat.
Disebabkan
oleh :
~Karena
kurangnya mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur.
~Obat
pencahar perut
~Gangguan
saraf, misalnya demensia dan stroke
~Keadaan
diare (gangguan kolorektum)
~Kelainan
pada usus besar
~Kelainan
pada ujung saluran pencernaan (pada rectum usus).
f. Gangguan
ketajaman penglihatan
Disebabkan
oleh :
~Kekurangan vitamin A, yang
terkandung dalam wortel, tomat.
~Presbiopi
~Kekeruhan
lensa mata(refleksi lensa mata kurang)\
~Iris :
mengalami proses degenerasi, menjadi kurang cemerlang dan mengalami
depigmentasi, tampak ada bercak berwarna muda sampai putih.
~Tekanan dalam mata (intar-okuler) meninggi, lapang pandang menyempit,
yang sering disebut dengan glaucoma.
~Radang
saraf mata.
Masalah Gizi Pada Lanjut Usia
Masalah – masalah gizi yang sering terjadi ternyata tidak pada
balita, ibu hamil, tetapi masalah gizi juga sering kali menimpa pada lanjut
usia. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah : gizi berlebihan, gizi kurang,
dan kekurangan vitamin.
a. Gizi
Berlebihan
Gizi
berlebihan pada lanjut usia banyak terdapat dinegara barat dan kota besar.
Kebiasaan makan banyak pada waktu mudanya menyebabkan terjadinya berat badan
berlebihan, apalagi pada lanjut usia karena penggunaan kalori berkurang
disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan tersebut sulit
untuk diubah walaupun klien telah menyadari untuk mengurangi makan. Kegemukan
merupakan salah satu pencetus dari berbagai macam penyakit, diantaranya adalah
: penyakit jantung, diabetes mellitus (DM), penyempitan pada pembuluh darah,
dan tekanan darah yang meninggi.
b. Gizi
Kurang
Gizi
kurang sering disebabkan oleh masalah social – ekonomi dan juga karena gangguan
penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan, hal
tersebut menyebabkan berat badan akan berkurang dari normal. Apabila kondisi
ini disertai kekurangan protein, kerusakan sel terjadi yang tidak dapat
diperbaiki. Akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, atau
mudh terken infeksi pada organ tubuh yang vital.
c. Kekurangan
Vitamin
Apabila
pada lanjut usia kurangnya dalam mengkonsumsi buah – buahan dan sayur
– sayuran, ditambah lagi dengan kurangnya kandungan protein dalam makanan, hal
tersebut akan mengakibatkan nafsu makan berkurang, pengelihatan mundur, kulit
akan menjadi terlihat kering, lesu, lemah lunglai, dan tampak seperti tidak
semangat.
d. Malnutrisi
Malnutrisi
merupakan kelainan gizi yang sering terjadi pad lanjut usia, misalnya konsumsi
yang rendah pada vitamin C, vitamin D, vitamin B, zat besi, dan kalsium.
e. Defisiensi
Nutrien tertentu
Terjadi
apabila suatu makanan atau kelompok makanan terteuntu tidak ada dalam diet.
Contohnya, defisiensi zat besi pada lansia yang keadaan gigi geliginya jelek
sehingga tidak makan daging karena sulit untuk mengunyah makanan tersebut, dan
konsumsi yang rendah pada lansia yang terus menerus dalam jangka waktu yang
lama karena menjalani diet lambung.
f. Obesitas
Disebabkan
oleh, kebiasaan makan yang jelek pada saat usia mudanya. Gerakan lansia yang obesitas
akan terasa lebih sulit
g. Gizi
Berlebihan
Gizi
berlebihan pada lanjut usia banyak terdapat dinegara barat dan kota besar. Kebiasaan makan banyak pada waktu mudanya menyebabkan
terjadinya berat badan berlebihan, apalagi pada lanjut usia karena penggunaan
kalori berkurang disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Kebiasaan makan
tersebut sulit untuk diubah walaupun klien telah menyadari untuk mengurangi
makan. Kegemukan merupakan salah satu pencetus dari berbagai macam penyakit,
diantaranya adalah : penyakit jantung, diabetes mellitus (DM), penyempitan pada
pembuluh darah, dan tekanan darah yang meninggi.
h. Gizi
Kurang
Gizi
kurang sering disebabkan oleh masalah social – ekonomi dan juga karenagangguan penyakit. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang
dibutuhkan, hal tersebut menyebabkan berat badan akan berkurang dari normal.
Apabila kondisi ini disertai kekurangan protein, kerusakan sel terjadi yang
tidak dapat diperbaiki. Akibatnya rambut rontok, daya tahan terhadap penyakit
menurun, atau mudh terken infeksi pada organ tubuh yang vital.
i.
Kekurangan Vitamin
Apabila pada lanjut usia kurangnya dalam mengkonsumsi buah –
buahan dan sayur – sayuran, ditambah lagi dengan kurangnya kandungan
protein dalam makanan, hal tersebut akan mengakibatkan nafsu makan berkurang,
pengelihatan mundur, kulit akan menjadi terlihat kering, lesu, lemah lunglai,
dan tampak seperti tidak semangat.
j.
Malnutrisi
Malnutrisi
merupakan kelainan gizi yang sering terjadi pad lanjut usia, misalnya konsumsi
yang rendah pada vitamin C, vitamin D, vitamin B, zat besi, dan kalsium.
k. Defisiensi Nutrien tertentu
Terjadi
apabila suatu makanan atau kelompok makanan terteuntu tidak ada dalam diet.
Contohnya, defisiensi zat besi pada lansia yang keadaan gigi geliginya jelek
sehingga tidak makan daging karena sulit untuk mengunyah makanan tersebut, dan
konsumsi yang rendah pada lansia yang terus menerus dalam jangka waktu yang
lama karena menjalani diet lambung.
l.
Obesitas
Disebabkan oleh, kebiasaan makan yang jelek pada saat usia
mudanya. Gerakan lansia yang obesitas akan terasa lebih sulit.
H.
Perencanaan Makanan pada Lansia :
Perencanaan
makan secara umum
1.
Makanan harus mengandung zat gizi dari makanan yang beraneka ragam, yang terdiri
dari : zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
2. Perlu diperhatikan porsi makanan, jangan terlalu kenyang.
Porsi makan
hendaknya
diatur merata dalam satu hari sehingga dapat makan lebih sering dengan porsi
yang kecil.
Contoh
menu :
Pagi :
Bubur ayam
Jam 10.00
: Roti
Siang :
Nasi, pindang telur, sup, pepaya
Jam 16.00
: Nagasari
Malam :
Nasi, sayur bayam, tempe goreng, pepes ikan, pisang
3. Banyak minum dan
kurangi garam, dengan banyak minum dapat memperlancar pengeluaran sisa makanan,
dan menghindari makanan yang terlalu asin akan memperingan kerja ginjal serta
mencegah kemungkinan terjadinya darah tinggi.
4. Batasi
makanan yang manis-manis atau gula, minyak dan makanan yang
berlemak
seperti santan, mentega dll.
5. Bagi
pasien lansia yang prose penuaannya sudah lebih lanjut perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
·
Makanlah makanan yang mudah dicerna
· Hindari
makanan yang terlalu manis, gurih, dan goring-gorengan
· Bila
kesulitan mengunyah karena gigirusak atau gigi palsu kurang baik, makanan harus
lunak/lembek atau dicincang
· Makan
dalam porsi kecil tetapi sering
· Makanan
selingan atau snack, susu, buah, dan sari buah sebaiknya
diberikan
6. Batasi minum kopi atau teh, boleh diberikan tetapi harus
diencerkan sebab
berguna
pula untuk merangsang gerakan usus dan menambah nafsu makan.
7. Makanan mengandung zat besi seperti : kacang-kacangan, hati,
telur, daging rendah lemak, bayam, dan sayuran hijau.
8. Lebih dianjurkan untuk mengolah makanan dengan
cara dikukus, direbus, atau dipanggang kurangi makanan yang digoreng.
1.
Sepiring
nasi, sebagai sumber tenaga
2.
Sepotong
ikan dan sepotong tempe, sebagai zat pembangun
3.
Semangkuk
sayur
4.
Sepotong
buah, sebagai sumber zat pengatur
Anjuran makanan yang baik lansia
Menurut Dokter Tuti Kuswardhani Kepala Instalasi
Geriatri RS Sanglah, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menu bagi
lansia adalah :
- Membuat masakan dengan bumbu yang tidak merangsang seperti pedas, atau asam karena dapat mengganggu kesehatan lambung dan alat pencernaan.Mengurangi pemakaian garam yakni tidak lebih dari 4 gram perhari untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.
- Mengurangi santan, daging yang berlemak dan minyak agar kolesterol darah tidak tinggi.Memperbanyak makanan yang berkalsium tinggi seperti susu dan ikan. Pada lanjut usia khususnya ibu-ibu yang menopause sangat perlu mengonsumsi kalsium untuk mengurangi risiko keropos tulang.
- Memperbanyak makanan serat, sayuran mentah agar pencernaan lancar dan tidak sembelit.
- Menggurangi mengonsumsi gula dan maknan yang mengandung karbohidrat tinggi agar gula darah normal khususnya bagi penderita kencing manis agar tidak terjadi komplikasi lain.
- Menggunakan sedikit minyak untuk menumis dan kurangi makanan yang digoreng.Memperbanyak makanan yang diolah dengan dipanggang atau direbus karena maknan mudah dicerna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar