mayyasha.blogspot.com
Senam hamil adalah suatu bentuk
latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas dinding perut,
ligament-ligament, otot-otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses
persalinan (FK. Unpad, 1998).
Banyak hal yang diajarkan pada senam
ini. Misalnya saja, tentang cara menghadapi persalinan termasuk posisi,
mengatur napas saat mengejan, sampai cara mengejan. Diharapkan lewat senam
hamil ini para calon ibu merasa lebih siap untuk menjalani persalinan. “Siap
dalam arti fisik dan mental,”. Olah
raga sangat penting bagi ibu hamil, untuk tetap mendapatkan tubuh yang sehat
dan bugar. Namun olah raga yang dilakukan, juga harus yang sesuai dengan
perubahan fisik. Senam hamil biasanya dimulai saat kehamilan memasuki
trisemester ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Selain untuk
menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan
fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan.
A. Tujuan Senam Hamil
a. Memperkuat
dan mempertahankan elastisitas otot – otot dinding perut. Ligament, otot – otot dasar panggul yang
berhubungan dengan proses persalinan.
b. Membentuk
sikap tubuh yang baik selama kehamilan
sehingga bisa mengatasi keluhan – keluhan yang timbul akibat dari peubahan
bentuk tubuh, missal : sakit pinggang, sakit punggung, kejang, dsb.
c. Memperoleh
relaksasi tubuh yang sempurna dengan memberikan latihan – latihan kontraksi dan
relaksasi, relaksasi yang sempurna diperlukan selama hamil dan dalam proses
persalinan untuk mengatasi stress dan rasa sakit.
d. Menguasai
teknik pernapasan yang sangat penting dalam persalinan dan selama hamil untuk
mempercepat relaksasi tubuh. Pada setiap
akhir dari latihan dilakukan latihan relaksasi sempurna untuk penenangan. Hal
ini penting untuk memproleh sikap tubuh yang rileks dan ketenangan selama
melahirkan.
B. Gerakan senam hamil.
1. Duduk
bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan santai. Lakukan
sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari.
sebanyak mungkin dalam posisi sehari-hari.
2. Sikap
merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua
bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai.
Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang
diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya
turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot
dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dengan badan sejajar lantai.
Lakukan gerakan ini: Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang
diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang anus. Selanjutnya
turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot
dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali
3. Lakukan
sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan
lalu menoleh ke samping kanan/kiri,selanjutnya turunkan badan hingga dada
menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
lalu menoleh ke samping kanan/kiri,selanjutnya turunkan badan hingga dada
menyentuh kasur dengan menggeser siku sejauh mungkin ke samping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian tingkatkan menjadi 5-10 menit atau sesuai kekuatan ibu hamil
4. Berbaring
miring ke kiri (lebih baik ke arah punggung
bayi), lutut
kanan diletakkan didepan
lutut kiri (ganjal dengan bantal). Lengan
kanan ditekuk di depan dan lengan
kiri letakkkan di belakang
5. Berbaring miring,
kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, bawah kepala diberi bantal, demikian juga bawah perut
agar perut tidak
menggantung. Tutup mata, tenang, atur nafas dengan berirama.
6. Berbaring
telentang, pegang kedua lutut dengan kedua tangan dan rileks. Lakukan
kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin,
katupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.
kegiatan berikut: Buka mulut secukupnya, tarik nafas dalam semaksimal mungkin,
katupkan. Mengejanlah seperti buang air besar, gerakan badan ke bawah dan ke depan. Setelah tak dapat menahan lelah, kembali ke posisi awal. Ulangi gerakan ini 3-4 kali dengan interval 2 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar